Skip to main content

Wanitamu (setelah aku)

Apa bisa disebut cinta? Jika jalinannya hidup dari kepedihan orang lain? Bagaimana dengan perselingkuhan? Jika hanya nafsu, tidak bisakah diselesaikan dalam sekali jumpa saja? Mengapa jadi palung sampai berhari-hari?

Malam itu aku mengundang Sarah, teman dekatku untuk makan malam di rumah. Sekedar jamuan ulang tahun pernikahan keempat. Dengan tas bermerk, sepatu mengkilap, dan gaun mini karya perancang ternama, Sarah melenggang menuju meja makan. Suamiku menunduk tanpa dapat menutupi kekaguman pada tubuh indah di depan kami. Sementara aku, dengan daster gombrong yang sengaja ku kenakan mempersilahkannya menikmati hidangan.

Seketika wajah suamiku memerah, matanya melotot, dan urat lehernya menonjol. Dia coba muntahkan sesuatu yang baru saja dia telan.

"Kamu nggak tau Mas Rama alergi udang?". Sarah panik membopong suamiku.

"Apa kamu fikir aku tidak mempedulikan suamiku, sampai dia harus mencari dari perempuan lain?", kataku tersenyum.

Aku meletakkan surat cerai tepat di hadapan keduanya. Sampai beberapa polisi datang untuk membawa suamiku turut serta dan menyita seisi rumah.

Jika kamu kira bisa menusukku dari belakang, suatu ketika aku akan berbalik untuk memenggal kepalamu sekali hempasan.

"Temani kekasihmu di bui, nyonya.", kataku pada wanita dengan muka tercabik malu itu.

Comments

Popular posts from this blog

Barasukma (27)

Perempuan itu pernah menahan marah. Beberapa orang terhanyut dalam skenario cerita kehidupan pribadinya yang justru mereka buat sendiri. Apa harus menuturkan alasan mengakhiri sebuah hubungan sebelum mulai mengenal pria baru lagi? Dia dihujat. Dia dicaci. Hanya karena dekat dengan pria lalu dengan mudah pergi. Dianggap tukang mempermainkan, tak pernah serius hingga mementingkan perasaan sendiri. Sekali lagi dia hanya menahan marah dengan opini brengsek dari orang-orang yang tidak tahu pasti. Mereka tidak mengerti, seberapa sering dia menangis sesenggukan mendapati riwayat jelajah dari ponsel seorang laki-laki. Bukan perkara seorang selingkuhan atau permainan hati. Melainkan tubuh-tubuh molek dari dalam layar itu dibiarkan tertangkap kamera perekam dengan serangkaian adegan ranjang. Hampir tiap hari dilihat dan mungkin tidak terhitung jari. Perempuan itu masih tak bisa menganalisa logika seorang laki-laki. Bagaimana bisa meliarkan imajinasi pada ratusan video demi kepuasan onan...

Kencan Kutukan

Sampanku sudah tertambat sendirian pada maghrib terjelang. Ada bekas jejak kaki berlumpur di pinggiran danau tadi petang. Tak biasanya. Aku mencari, lalu seorang kamu muncul dari balik bayang-bayang pohon yang terlempar ke pelataran. Cinta, jatuh aku. Berawal dari “Hallo” sederhana, kita bercerita.   Kubersihkan kakimu dan kita berjalan lama. Kamu ikatkan tali pada sampanku dengan eratnya. Kamu, ego, aku.  "Kita tak bisa hanya berlayar dengan sampan.", katamu berdiri dan kembali ke daratan. Jika kamu butuh kapal untuk kita berkidung dalam aman, aku upayakan. Namun jika bahtera megah hanya agar kamu tak malu mengarunginya, aku berserah. Lalu, kamu berdiri diantara aku dan seseorang yang bersembunyi dibalik punggungmu. Kekasih yang terkamuflase tawa kita. Kamu gandeng dia dengan sisa-sisa lumpur yang terselip diantara jemari kakimu. Pulanglah, kamu ditunggu pernikahanmu minggu depan. Entah senja ke berapa saat kamu berdiri didepanku lagi. Semalam aku menyap...

Burung biru

Aku duduk di tumpukan kapas lembut berlapiskan sprei warna cokelat muda. Menatap langit di seberang jendela dengan mata cerah berbinar. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada bintang merah disudut simbol burung biru mungil itu. New mentions Happy wedding anniversary, honey Lalu tawa renyahku pecah seketika. Wajahku yang sekarang seperti kepiting rebus melirik ke sebelah kanan. Ada seorang pria duduk disana. Tubuhnya hanya dua jengkalan tangan dari tubuhku. Dia menoleh dan berkerling genit. Beberapa saat kami saling menatap dalam diam. Langsung saja aku peluk dia. *** Semesta itu lucu. 35 kilometer dari tempat seseorang dibesarkan dan beberapa tahun setelah dia dilahirkan, ada aku. Yang tak pernah menyadari ada dia diantara manusia lain di bumi. Hingga alam ini membantu. Untukku bertemu seorang dia. Beberapa hari ini temanku burung biru dengan jutaan pikiran manusia di dalamnya. Sejak aku ada dan sebelum aku tau tentang dia, aku sudah punya dunia. Dengan segala cerita di dalamnya. Bangun...